Jum’at, 1 Agustus 2025
Pada hari ini, Jum’at, 1 Agustus 2025,
yang merupakan awal bulan Agustus, saya selaku Pengawas Madrasah mengikuti
kegiatan sosial bersama rombongan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Agam. Kegiatan ini bertujuan menjenguk ibunda dari Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten Agam, Bapak Thomas Febria, yang sedang mengalami sakit. Perjalanan
rombongan dimulai pada pagi hari menuju Nagari Simabur, Kabupaten Tanah
Datar, Sumatera Barat, tempat ibunda beliau dirawat.
Sesampainya di lokasi, kehadiran kami
disambut hangat oleh pihak keluarga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kami
menyampaikan salam takzim, doa, dan harapan agar Allah SWT memberikan
kesembuhan yang sempurna kepada beliau. Kehadiran ini bukan sekadar formalitas,
melainkan perwujudan nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan ta’awun
yang menjadi landasan moral setiap insan beriman. Seorang pengawas madrasah
tidak hanya mengemban tugas teknis pengawasan, tetapi juga menjadi teladan
dalam menjalin hubungan kemanusiaan, menjaga silaturahmi, dan menguatkan rasa
kebersamaan di lingkungan kerja.
Kegiatan ini sejalan dengan salah satu
dimensi kompetensi sosial pengawas madrasah, yakni kemampuan
membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak.
Kehadiran bersama rombongan ini memperkuat solidaritas internal Kemenag Agam
sekaligus menghidupkan semangat persaudaraan, yang pada akhirnya akan berdampak
positif pada iklim kerja yang lebih solid.
Meskipun sedang berada dalam kegiatan
sosial, komunikasi kerja tetap berjalan sebagaimana biasa. Saya tetap berinteraksi
melalui telepon dan pesan dengan rekan-rekan pengawas serta kepala madrasah
binaan. Beberapa komunikasi yang berlangsung antara lain:
·
Kepala MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah
menghubungi saya untuk menanyakan perkembangan validasi kurikulum madrasahnya.
·
Seorang guru menanyakan kemana mengirimkan
undangan kegiatan MGMP Bahasa Arab yang akan dilaksanakan pada
hari Senin mendatang.
·
Pihak MTsN 4 Agam menyampaikan
permintaan agar saya bersedia menjadi pembina upacara bendera di madrasah
mereka pada awal pekan depan.
Hal ini membuktikan bahwa peran
pengawas madrasah tidak mengenal batas ruang dan waktu. Dimanapun berada, tugas
pembinaan, pendampingan, dan komunikasi dengan madrasah binaan harus terus
berlangsung.
Melalui kegiatan hari ini, saya
kembali diingatkan bahwa keberhasilan seorang pengawas madrasah tidak hanya
diukur dari penyelesaian tugas administrasi atau keberhasilan monev di
lapangan, tetapi juga dari kemampuannya membina jejaring silaturahmi,
memelihara kepedulian sosial, dan menjadi teladan akhlak dalam kehidupan
bermasyarakat. Inilah esensi madrasah kehidupan, di mana setiap
interaksi menjadi ladang pahala dan sarana membangun citra positif Kementerian
Agama di tengah masyarakat.
Foto
kegiatan menjenguk ibunda Bapak Thomas Febria
Senin,
4 Juli 2025
Pada hari ini, Senin, 4 Agustus 2025,
saya berkesempatan menjadi pembina upacara bendera di MTsN 4 Agam, salah satu
madrasah binaan saya. Dalam amanat upacara, saya mengajak seluruh siswa untuk
menumbuhkan semangat belajar yang sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh
bukan hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal untuk memahami
persoalan hidup dan mencari solusi yang tepat. Dengan ilmu yang bermanfaat,
setiap insan akan mampu memberikan kontribusi nyata dan menjadi pribadi yang
memberi manfaat bagi sesama.
Selain itu, saya juga menekankan
pentingnya kerjasama di era saat ini. Dunia modern tidak lagi hanya
mengandalkan kompetisi individu, tetapi lebih membutuhkan kemampuan kolaborasi.
Kemampuan untuk bekerja sama, saling mengisi, dan mendukung dalam tim adalah
keterampilan yang sangat berharga, baik di lingkungan sekolah maupun di
kehidupan bermasyarakat.
Foto
Kegiatan Upacara Bendera di MTsN 4 Agam
Usai upacara, saya mengikuti rapat
dinas singkat di Aula Kantor Kemenag Agam yang dipimpin oleh Kepala Kantor,
didampingi Kasubag TU, serta dihadiri para kepala seksi, kepala madrasah, dan
kepala KUA se-Kabupaten Agam. Dalam pertemuan ini dibahas beberapa agenda
internal terkait program kerja dan koordinasi lintas bidang.
Selepas menghadiri rapat, saya segera
meluncur ke Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Agam di Lubuk Basung untuk
menjadi narasumber dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa
Arab. Materi yang saya sampaikan mengangkat tema Kurikulum Berbasis Cinta dan
strategi implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Arab di madrasah. Saya
memaparkan bahwa pembelajaran yang dilandasi rasa cinta akan menumbuhkan
suasana belajar yang menyenangkan, mendorong interaksi yang positif antara guru
dan siswa, serta memupuk motivasi belajar yang berkelanjutan.
Foto
kegiatan MGMP Bahasa Arab MTs se-Agam bagian Barat
Dalam sesi ini, saya juga memberikan
beberapa contoh praktis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di kelas Bahasa
Arab, seperti pendekatan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
siswa, metode pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan media digital
untuk membuat proses belajar lebih interaktif. Peserta MGMP menunjukkan
antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi aktif
yang berlangsung selama sesi.
Hari ini menjadi salah satu momen yang
mempertemukan peran saya sebagai pengawas, pembina, sekaligus narasumber
pembelajaran. Dari kegiatan di MTsN 4 Agam hingga berbagi wawasan dengan
guru-guru Bahasa Arab, semuanya berpadu untuk memperkuat misi utama pengawasan
madrasah: membina, menginspirasi, dan memotivasi semua pemangku kepentingan
pendidikan demi terciptanya madrasah yang unggul dan penuh kasih.
Selasa, 05 Agustus 2025
Pada hari ini, Selasa, 5 Agustus 2025,
saya melaksanakan kegiatan di kantor tanpa melakukan kunjungan langsung ke
madrasah. Sejak pagi, saya fokus pada koordinasi dan pembinaan jarak jauh
kepada madrasah binaan, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah.
Langkah awal yang saya lakukan adalah
menyebarkan instrumen monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) MA kepada seluruh kepala MA negeri maupun swasta di wilayah binaan saya.
Instrumen ini bertujuan untuk memantau kesiapan teknis, sarana, dan sumber daya
manusia dalam pelaksanaan ANBK tahun ini. Kepala MA diminta untuk mengisi
instrumen secara lengkap, kemudian mengirimkannya kembali dalam format file PDF
agar data yang terkumpul terdokumentasi dengan rapi.
Setelah penyebaran instrumen selesai,
saya mengikuti podcast pembelajaran yang membahas topik Deep Learning. Materi
ini memberikan wawasan baru terkait strategi pembelajaran mendalam yang mampu
mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengaitkan pengetahuan
dengan pengalaman nyata. Pemahaman ini akan menjadi bekal saya dalam memberikan
pembinaan kepada guru madrasah agar mereka dapat mengimplementasikannya dalam
pembelajaran sehari-hari. Disamping itu juga saya mengikuti kegiatan diklat
secara daring di MOOC Pintar Kemenag dengan topik pelatihan tentang Penanganan Academic
Misconduct (Pelanggaran Akademik). Saya berhasil menyelesaikan seluruh
rangkaian kegiatan, dan menunggu terbitnya sertifikat diklat.
Pada hari ini saya juga dikontak oleh
Kepala MAN 4 Agam, Bapak Ilham Mizoni yang meminta saya untuk menjadi narasumber
pada kegiatan lokakarya guru MAN 4 Agam yang akan diadakan in sya Allah pada
hari Jum’at 8 Agustus 2025 di Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya. Hal yang sama
juga disampaikan oleh Kepala MTsN 4 Agam, Bapak Zulherman yang meminta saya
untuk menjadi naras umber pada hari itu juga. Keduanya saya sanggupi dengan
mengatur waktu sedemikian rupa agar tidak terjadi bentrok jadwal.
Pada bagian akhir kegiatan hari ini,
saya memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan penulisan artikel yang akan
diikutsertakan dalam lomba menulis artikel ASN yang diselenggarakan oleh Badan
Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian
Agama RI. Artikel ini saya susun berdasarkan refleksi pengalaman dan praktik
baik dalam pengawasan madrasah yaitu partisipasi dalam kegiatan penanaman
sejuta pohon Matoa di lingkungan madrasah dan kantor Kemenag Agam, dengan
harapan dapat memberikan inspirasi bagi ASN lainnya di lingkungan Kementerian
Agama.
Hari ini menjadi momentum bagi saya
untuk tetap produktif meskipun berada di kantor, dengan menyeimbangkan antara
tugas koordinasi, pengembangan diri, dan kontribusi dalam bentuk karya tulis.
Rabu, 06 Agustus 2025
Hari ini, Rabu, 6 Agustus 2025, saya
memulai aktivitas dengan mengikuti kegiatan olahraga bersama pegawai Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Agam. Sesuai agenda rutin setiap hari Rabu pagi,
seluruh pegawai mengikuti kegiatan ini untuk menjaga kesehatan dan kebugaran
tubuh. Saya memilih untuk melakukan olahraga jalan kaki di kawasan GOR Rang
Agam Padang Baru, ditemani oleh beberapa rekan pegawai lainnya. Kegiatan ini
selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi
antarpegawai dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Setelah olahraga selesai, saya kembali
ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan. Fokus utama hari ini adalah
mempersiapkan bahan presentasi yang akan saya sampaikan di MTsN 4 Agam dan MAN
4 Agam. Untuk memastikan materi yang saya susun relevan dan mutakhir, saya
memperbanyak membaca berbagai sumber, baik dari buku-buku referensi kurikulum
maupun informasi terbaru yang saya akses melalui internet.
Kegiatan membaca dan mencari referensi
ini saya lakukan dengan tujuan agar materi yang akan saya sampaikan benar-benar
dapat memberikan wawasan baru dan panduan praktis bagi guru-guru madrasah,
khususnya terkait pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman
dan kebutuhan peserta didik.
Dengan kombinasi kegiatan olahraga di
pagi hari dan persiapan materi presentasi di siang hari, saya berharap dapat
menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan produktivitas kerja.
Kamis, 7 Agustus 2025
Pada hari ini, Kamis tanggal 7 Agustus
2025, penulis selaku pengawas madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Agam, melaksanakan kegiatan pembinaan di wilayah Kecamatan Ampek
Nagari. Kegiatan diawali dengan menghadiri acara serah terima jabatan
(sertijab) Kepala MIN 2 Agam yang berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa
kekeluargaan.
Serah terima jabatan dilakukan dari
pejabat lama Bapak Yasrizal, S.Pd.I kepada pejabat baru Ibu Tresna Sesriyanti,
S.Pd., yang sebelumnya telah dilantik beberapa pekan yang lalu di Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran penulis sebagai
pengawas dalam acara ini merupakan bentuk penguatan peran pengawas dalam
mendampingi proses transisi kepemimpinan di madrasah, serta bagian dari fungsi
pembinaan manajerial dan supervisi kelembagaan.
Acara sertijab ini juga turut dihadiri
oleh berbagai tokoh penting di daerah, antara lain Bapak Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten Agam, Kasi Pendidikan Madrasah, Camat Ampek Nagari, Wali Nagari
Bawan, Kapolsek setempat, serta para kepala madrasah lainnya di lingkungan
Kemenag Agam. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi
ajang silaturrahmi dan penguatan sinergi antar lembaga serta pemangku
kepentingan pendidikan madrasah.
Dalam sambutannya, Bapak Kepala Kantor
Kemenag Agam menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan program dan semangat
kolaborasi antara kepala madrasah, guru, komite, dan masyarakat. Penulis
sendiri dalam diskusi-diskusi informal dengan beberapa kepala madrasah,
mengajak agar proses kepemimpinan baru ini menjadi momentum peningkatan
kualitas pembelajaran dan penguatan karakter siswa di madrasah.
Foto kegiatan di MIN 2
Agam
Setelah acara sertijab selesai,
penulis melanjutkan kegiatan ke MTsS Bawan untuk melakukan pemantauan dan
peninjauan terhadap proses pembelajaran di kelas. Kegiatan ini dilaksanakan
dalam rangka monitoring rutin guna memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran di
awal tahun ajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran aktif, kreatif, dan berorientasi pada karakter.
Foto kegiatan di MTsS
Bawan
Di MTsS Bawan, penulis menyempatkan
diri berdialog dengan kepala madrasah, beberapa guru, dan siswa. Ditemukan
bahwa kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal, namun perlu beberapa
penguatan dalam aspek administrasi guru dan pemanfaatan media pembelajaran
berbasis TIK. Penulis juga memberikan arahan kepada guru-guru untuk
memanfaatkan kurikulum merdeka secara adaptif sesuai dengan kebutuhan siswa dan
konteks lokal madrasah.
Transisi Kepemimpinan: Kepala madrasah
baru perlu segera menyusun program 100 hari kerja, fokus pada penguatan mutu
pembelajaran, manajemen guru, serta komunikasi dengan stakeholder madrasah.
Monitoring Pembelajaran: MTsS Bawan
menunjukkan komitmen yang baik dalam menjaga keberlangsungan KBM. Namun,
disarankan adanya penguatan perencanaan pembelajaran (RPP, modul ajar) dan
pelatihan internal bagi guru-guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Koordinasi Lintas Lembaga: Kegiatan
sertijab yang dihadiri tokoh-tokoh pemerintahan lokal menunjukkan adanya
sinergi positif antara madrasah dan pemerintah nagari. Ini perlu dijaga dan
dimanfaatkan dalam program penguatan literasi, lingkungan, dan karakter siswa.
Kegiatan hari ini menjadi bagian
penting dari rangkaian tugas pengawasan yang tidak hanya mencakup aspek
administratif dan akademik, tetapi juga sosial dan kultural. Serah terima
jabatan kepala madrasah dan kunjungan ke madrasah binaan merupakan bentuk
konkret keterlibatan pengawas dalam mendampingi dan memajukan madrasah di
tingkat akar rumput. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata
terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah-madrasah binaan.
Jum’at 8 Agustus 2025
Pada hari Jum’at, 9 Agustus 2025,
penulis melaksanakan dua kegiatan utama sebagai narasumber di dua madrasah
binaan, sekaligus menjalankan amanah sebagai khatib Jum’at.
Kegiatan pertama berlangsung di MTsN 4
Agam dalam rangka Rapat Kerja Madrasah. Penulis menyampaikan materi berjudul
“Dari Data Menuju Aksi: Merancang Madrasah Unggul Bersama Rapor Pendidikan”.
Paparan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pimpinan dan
guru tentang pentingnya memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar
menyusun program kerja tahunan. Penulis menguraikan bagaimana data dapat
diterjemahkan menjadi program konkret yang terukur, serta mencontohkan strategi
penyusunan target mutu. Pada sesi akhir, penulis mendemonstrasikan pemanfaatan
teknologi AI untuk membantu efisiensi kerja guru, mulai dari penyusunan
perangkat pembelajaran hingga ide kreatif untuk media ajar.
Foto kegiatan di MTsN 4
Agam
Menjelang siang, penulis mengemban
tugas sebagai khatib Jum’at di Masjid Baiturrahman Sitingkah Tapi. Khutbah yang
disampaikan mengangkat tema moral dan spiritual yang relevan dengan kondisi
masyarakat, disampaikan dengan bahasa yang membangun kesadaran jamaah akan
pentingnya menjaga integritas dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sore harinya, penulis melanjutkan
peran sebagai narasumber dalam Lokakarya MAN 4 Agam. Materi yang dibawakan
adalah “4 Pilar Deep Learning”, yang berfokus pada pengembangan pembelajaran
bermakna, kolaboratif, berkesadaran, dan menggembirakan. Penulis tidak hanya
memaparkan konsepnya, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung bagaimana
teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memperkaya proses pembelajaran, mulai
dari perencanaan, asesmen, hingga pengembangan bahan ajar digital.
Foto kegiatan di MAN 4
Agam
Secara keseluruhan, kegiatan pada hari
ini berjalan lancar dan produktif, dengan antusiasme tinggi dari para guru dan pimpinan
madrasah. Penulis mencatat bahwa baik di MTsN 4 Agam maupun MAN 4 Agam,
pemahaman tentang pemanfaatan data dan teknologi dalam pembelajaran semakin
meningkat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap mutu
pendidikan di madrasah.
Senin, 11 Agustus 2025
Hari ini penulis berkegiatan di
kantor. Pada pagi hari, penulis mengikuti Zoom Meeting Sosialisasi Petunjuk
Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan oleh
Kementerian Agama. Kegiatan ini memberikan pemahaman teknis pelaksanaan OMI,
mulai dari tahapan seleksi, kriteria penilaian, hingga strategi pembinaan
siswa. Informasi ini sangat penting untuk segera disampaikan kepada madrasah
binaan agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik, termasuk memilih peserta
yang potensial dan memberikan pembinaan yang terarah.
Di sela waktu, penulis melanjutkan
pekerjaan penulisan artikel ilmiah yang mengangkat tema Deep Learning dan
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Artikel ini ditujukan sebagai kontribusi
pemikiran dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dengan
nilai-nilai humanis dalam pendidikan madrasah, sehingga relevan untuk mendukung
inovasi pembelajaran dan penguatan karakter.
Selain itu, penulis juga menerima
konsultasi kurikulum madrasah dari Ibu Elvia Rahmah, Kepala MTsS Muhammadiyah
Sitalang. Diskusi ini membahas langkah-langkah penyempurnaan kurikulum agar
lebih selaras dengan kebutuhan siswa, perkembangan regulasi, serta pendekatan
pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan keterampilan abad 21.
Foto Bersama Kepala dan
Wakil Kepala MTsS Muhammadiyah Sitalang
Pada siang hari, penulis melaksanakan
tugas sosial dengan berta’ziyah ke rumah Ibu Yusmanidar, Kepala MTsN 9 Agam,
yang sedang berduka atas wafatnya ibunda beliau pada hari Sabtu yang lalu.
Kehadiran ini merupakan wujud empati sekaligus penguatan hubungan silaturahmi
antara pengawas dan kepala madrasah, sejalan dengan kompetensi sosial yang
perlu dimiliki seorang pengawas.
Selasa, 12 Agustus 2025
Pekan ini, sehubungan dengan perayaan
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, di kantor dan madrasah-madrasah
sibuk dengan berbagai ragam perlombaan. Sejak hari Senin kearin pun di tingkat
MTs juga dilaksanakan gladi bersih ANBK. Karena itu, hari ini saya memilih
untuk berkegiatan di kantor, memanfaatkan waktu dengan fokus pada pekerjaan
yang memerlukan konsentrasi penuh. Pagi hari saya membuka laptop dan mulai
mengerjakan pembuatan website Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menggunakan Canva
AI. Proses ini bukan sekadar mendesain halaman web, tetapi juga memikirkan
bagaimana pesan dan nilai yang terkandung di dalam KBC dapat tersampaikan
dengan efektif kepada pembaca dan praktisi pendidikan di madrasah.
Di sela pekerjaan itu, saya juga
mempersiapkan diri untuk peran saya besok sebagai host pada webinar
Pokjawasprov Sumatera Barat. Persiapan ini mencakup memastikan kelancaran
teknis, mempelajari alur acara, serta memahami materi narasumber agar mampu
mengawal jalannya diskusi dengan baik.
Siang harinya, saya menghubungi
beberapa kepala madrasah binaan untuk mengingatkan mereka segera menyelesaikan
status keaktifan Simpatika madrasah masing-masing karena hal ini terkait dengan
tunjangan profesi guru. Tidak lupa, saya juga menegaskan kepada dua MTs yaitu
MTsS Adat dan Syara’ dan MTsS Tantaman yang belum melengkapi data ANBK agar
segera menuntaskannya, mengingat data ini sangat penting untuk kelancaran
asesmen dan perencanaan mutu. Hari ini mungkin saya tidak turun langsung ke
lapangan, tetapi komunikasi, koordinasi, dan penguatan sistem tetap berjalan
sebagaimana mestinya.
Rabu, 13 Agustus 2025
Kegiatan saya pada hari ini dimulai
dengan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Pokjawasprov Sumatera Barat
dengan tema Best Practice Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di
Perguruan Islam Diniyyah Putri Padang Panjang. Narasumber dalam acara ini
adalah Pimpinan Perguruan, Ibu Fauziah Fauzan, yang menyampaikan berbagai
pengalaman dan strategi penerapan KBC secara nyata di lingkungan madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, saya
dipercaya memegang dua peran penting sekaligus, yaitu sebagai host Zoom meeting
yang memastikan kelancaran teknis acara, serta moderator yang memandu jalannya
diskusi. Peran ganda ini menuntut saya untuk fokus pada aspek teknis sekaligus
menjaga alur pembicaraan agar tetap efektif dan menarik.
Foto kegiatan webinar Best
Practice KBC di Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang
Usai webinar, saya langsung
menindaklanjuti dengan membuat desain sertifikat bagi peserta kegiatan.
Sementara itu, suasana kantor pada hari ini juga semarak dengan berbagai
perlombaan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik
Indonesia ke-80. Saya turut menyaksikan kemeriahan tersebut, yang menjadi momen
kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarpegawai.
Kamis, 14 Agustus 2025
Hari ini saya kembali berkegiatan di
kantor. Pagi hari dimulai dengan menerima kunjungan Kepala MTsS Muhammadiyah
Kampung Tangah, Ibu Wasiatul Ilmah Mursal, yang datang untuk mengambil dokumen
kurikulum madrasah miliknya yang sebelumnya sudah saya validasi. Penyerahan
dokumen ini sekaligus menjadi momen singkat untuk berdiskusi ringan mengenai
implementasi kurikulum tersebut di madrasah, memastikan bahwa hasil validasi
dapat segera diterapkan secara optimal.
Setelah itu, berdasarkan surat dari Badan
Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI nomor
B-811/P.IV/KP.02/08/2025 tanggal 1 Agustus 2025 yang dibagikan oleh Kasubag TU
Kankemenag Agam, saya mengikuti webinar SERASI (Seminar Rutin untuk ASN
Inspiratif) Seri ke-6. Tema yang diangkat kali ini adalah “Soft Skills Mastery:
Modal Utama di Era AI (Analisis Berpikir Kritis)”. Webinar ini memberikan
wawasan penting tentang bagaimana kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu
keterampilan utama yang harus dimiliki ASN di era kecerdasan buatan, agar tetap
relevan, adaptif, dan mampu mengambil keputusan strategis berbasis analisis
yang mendalam.
Kegiatan hari ini menegaskan bahwa
peran pengawas madrasah bukan hanya mengurus administrasi dan pengawasan,
tetapi juga terus mengembangkan kapasitas diri agar mampu memberikan inspirasi
dan pembinaan yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Jum’at, 15 Agustus 2025
Pagi itu Aula Amal Bakti dipenuhi oleh
aura keseriusan dan optimisme. Hadir dalam forum ini adalah para Kepala
Madrasah Negeri se-Sumatera Barat, wajah-wajah yang menandakan tanggung jawab
besar untuk membawa kebijakan menjadi praktik nyata di tiap satuan pendidikan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag
Sumbar ini bertujuan memberikan pedoman teknis dan memperkuat komitmen
implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah negeri di wilayah
provinsi.
Narasumber utama, Direktur KSKK
Madrasah, Bapak Dr. Abdul Basith, bersama timnya, membuka sesi dengan
memaparkan kerangka filosofis KBC: bahwa pendidikan harus menempatkan kasih
sayang, penghargaan martabat peserta didik, dan keterkaitan nilai-nilai
keislaman sebagai fondasi proses pembelajaran. Penekanan utama beliau adalah
bahwa KBC bukan tambahan muatan, melainkan cara memaknai ulang tujuan pembelajaran,
dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses pembentukan karakter, empati,
dan keterampilan hidup. Paparan ini disajikan dengan contoh-contoh praktik yang
mudah dipahami dan relevan dengan konteks madrasah di Sumbar.
Selanjutnya, tim memaparkan
langkah-langkah teknis implementasi KBC yang bersifat operasional: (1)
penelaahan dokumen kurikulum untuk menemukan peluang integrasi nilai cinta, (2)
perancangan silabus dan RPP yang memuat tujuan afektif dan sosial, (3) strategi
pembelajaran berbasis proyek dan tematik yang menempatkan siswa sebagai subjek
aktif, (4) mekanisme asesmen yang menilai proses dan karakter, bukan hanya
hasil kuantitatif, serta (5) pelibatan keluarga dan komunitas sebagai mitra
pembelajaran. Setiap langkah disertai ilustrasi aktivitas kelas, misalnya
proyek layanan komunitas, refleksi harian berorientasi nilai, dan rubrik
penilaian sikap, sehingga para kepala madrasah dapat membayangkan
implementasinya di lingkungan masing-masing.
Diskusi menjadi bagian penting dari
bimbingan teknis ini. Para peserta bekerja untuk merancang contoh program KBC
pada level madrasah: mulai dari RA/MI yang menitikberatkan pembiasaan kasih
sayang dalam kegiatan pagi, hingga MTs/MA yang merancang proyek lintas mata
pelajaran bertema kepedulian sosial. Dalam sesi ini tampak dialog yang
konstruktif, kepala madrasah berbagi tantangan konkret seperti keterbatasan jam
pembelajaran, ketersediaan sumber daya, dan resistensi sebagian guru; sementara
narasumber dan fasilitator memberi opsi adaptasi praktis sesuai kondisi lokal.
Suasana kerja penuh semangat; banyak kepala madrasah menulis komitmen tindak
lanjut yang langsung dapat dimasukkan ke RKJM dan RKT madrasah mereka.
Sesi tanya jawab berjalan dinamis.
Beberapa pertanyaan penting yang muncul menyangkut: bagaimana menilai
kompetensi afektif secara valid; bagaimana menyelaraskan KBC dengan tuntutan
ujian; strategi membina guru agar nyaman menerapkan pendekatan berbasis cinta;
serta bagaimana melibatkan orang tua dan masyarakat secara konsisten. Jawaban
narasumber menekankan keseimbangan antara prinsip dan pragmatisme: mulai dari
langkah kecil (pilot kelas), peningkatan kapasitas guru melalui MGMP, hingga
monitoring dan pendampingan berkala oleh pengawas. Prinsip utamanya adalah
konsistensi dan refleksi: “mulailah dari praktik yang memungkinkan, catat
dampaknya, lalu skalakan.”
Bagi saya pribadi, sebagai pengawas,
bimbingan teknis ini memberi dua arah tindak lanjut yang jelas. Pertama,
memperkuat peran supervisi pedagogis: mendampingi kepala madrasah dan guru dalam
menyusun RPP KBC, mengobservasi praktik kelas, lalu memberi umpan balik yang
konstruktif. Kedua, memperkuat jejaring pendukung: memfasilitasi pelatihan MGMP
yang diarahkan untuk menjadi forum kajian yang tidak hanya sekedar pertemuan
menyusun program pembelajaran, menghubungkan madrasah dengan mitra komunitas,
dan memetakan kebutuhan sarpras sederhana yang mendukung kegiatan proyek.
Kegiatan ditutup dengan refleksi
singkat dari panitia. Pulang dari Aula Amal Bakti, saya merasakan optimisme
yang lebih kuat, bukan semata karena materi yang disampaikan, tetapi karena
munculnya tekad bersama untuk menerjemahkan konsep menjadi praktik. Bagi saya,
KBC bukan kurikulum baru; ia adalah kesempatan untuk memulihkan nuansa
kemanusiaan dalam proses Pendidikan, membuat madrasah menjadi tempat di mana
kepintaran diperlengkapi dengan kebaikan hati.
Foto Kegiatan Bimtek di
Aula Kanwil Kemenag
Sabtu, 16 Agustus 2025
Hari ini saya mendapat amanah untuk
menghadiri acara pelantikan anggota Paskibraka Kabupaten Agam di Gedung
Balairung, rumah dinas Bupati Agam. Acara yang sederhana namun penuh khidmat
itu berlangsung dari jam 20.30 – 21.30 WIB menghadirkan wajah-wajah muda
terbaik yang terpilih untuk mengemban tugas mulia: mengibarkan dan menurunkan
bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik
Indonesia.
Di ruangan itu saya merasakan getaran
semangat yang berbeda. Para pelajar berdiri tegak, dengan sorot mata yang
menyala penuh kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Mereka bukan hanya sekadar
siswa, tetapi simbol harapan bangsa. Dalam sambutannya, Bupati Agam
menyampaikan pesan yang dalam: bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah
kehormatan, tetapi lebih dari itu adalah amanah. Amanah untuk menjaga semangat
kemerdekaan, menjaga persatuan, dan membangun negeri ini dengan disiplin dan
ketulusan.
Sebagai pengawas madrasah, saya
merenungi peristiwa ini dengan rasa syukur dan penuh inspirasi. Semangat cinta
tanah air yang ditampilkan para anggota Paskibraka harus juga berdenyut di
ruang-ruang kelas madrasah. Disiplin, kebersamaan, dan rasa bangga menjadi
bagian dari bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang perlu ditanamkan sejak
dini. Saya percaya, jika guru-guru madrasah mampu mengajarkan ilmu dengan cinta
sekaligus membimbing karakter dengan keteladanan, maka akan lahir generasi yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat jiwa kebangsaannya.
Pelantikan Paskibraka hari ini bukan
sekadar seremoni tahunan. Ia adalah pengingat, bahwa pendidikan sejati harus
mampu menyiapkan generasi muda yang siap berdiri tegak, menatap masa depan
dengan gagah, namun tetap rendah hati dalam pengabdian kepada bangsa dan agama.
Foto Bersama Bupati dan
Forkompinda serta anggota paskibraka Kabupaten Agam
Minggu, 17 Agustus 2025
Pagi ini, dalam suasana penuh khidmat,
saya berkesempatan menjadi pembina upacara bendera di SMPIT Al Madaniy. Upacara
yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini diikuti dengan tertib oleh
siswa-siswi serta guru-guru SIT Al Madaniy. Berdiri di hadapan generasi muda
itu, saya merasakan denyut semangat kemerdekaan yang terus hidup dari tahun ke
tahun. Dalam amanat, saya menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan
belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan menanamkan rasa cinta tanah air di
setiap langkah kehidupan.
Usai dari SMPIT Al Madaniy, saya
melanjutkan menghadiri upacara bendera memperingati HUT RI ke-80 tingkat
Kabupaten Agam yang diselenggarakan di Lapangan Kantor Bupati. Upacara berlangsung
meriah, dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan
seluruh jajaran aparatur sipil negara. Pada kesempatan itu, saya berkesempatan
berfoto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam beserta ibu,
sebuah momen kebersamaan yang meneguhkan semangat pengabdian kami di lingkungan
Kemenag.
Sore harinya, saya kembali hadir pada
upacara penurunan bendera di tempat yang sama. Kali ini saya mendapat amanah
mewakili Kepala Kankemenag Agam. Melihat para anggota Paskibraka dengan langkah
tegap dan penuh percaya diri menurunkan Sang Saka Merah Putih, hati saya
diliputi rasa haru sekaligus bangga. Upacara penurunan bendera menjadi penutup
rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 yang penuh makna, mengingatkan kita
semua bahwa kemerdekaan adalah anugerah besar sekaligus amanah yang harus terus
dijaga dan diisi dengan kerja keras, keikhlasan, serta cinta tanah air.
Foto kegiatan upacara di
SMPIT Al Madaniy dan foto Bersama Kakankemenag dan Ibu
Foto kegiatan upacara
penurunan bendera
Selasa, 19 Agustus 2025
Hari ini saya menghadiri acara
pengukuhan Kepala MTsN 9 Agam, Ibu Yusmanidar, S.Pd., yang sebelumnya menjabat
sebagai Plt Kepala Madrasah. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran
berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Kankemenag Agam, Bapak Thomas
Febria, Kasi Penmad Ali Mutasar, Ketua Komite, Kepala MIN 8 Agam Arif Fiandi,
serta Kepala Jorong V Sungai Jariang, Bapak Kasman, yang pernah menjadi murid
saya di MAN 5 Agam dulu.
Sambutan mewakili guru oleh Bapak Guatiawandi
Dt. Jolong Aso begitu berkesan. Beliau membuka dengan pantun, lalu menegaskan
bahwa walaupun hampir dua tahun menjabat sebagai Plt, Ibu Yusmanidar tidak
pernah ragu untuk berbuat. Banyak prestasi yang berhasil dilahirkan baik oleh
guru maupun siswa. Dengan meningkatnya jumlah siswa, besar harapan agar MTsN 9
Agam mendapat perhatian berupa program Ruang Kelas Baru (RKB).
Dalam arahannya, Bapak Kakankemenag
menekankan pentingnya kerja sama semua guru dan tenaga kependidikan untuk
mendukung program kepala madrasah. Beliau menegaskan bahwa seorang kepala tidak
akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan tim yang solid. Karena itu, sinergi
menjadi kunci keberhasilan madrasah dalam menggapai mutu.
Usai pengukuhan, saya mendampingi
Bapak Kakankemenag meninjau laboratorium komputer di MAN 5 Agam, yang merupakan
bantuan dari PLN. Peninjauan ini juga dihadiri oleh Kepala MAN 5 Agam, Ibu
Suhermi, M.Pd., serta Kaur TU, Bapak Syafnir. Fasilitas ini rencananya akan
diresmikan dalam acara serah terima pada tanggal 25 Agustus 2025. Namun,
kemungkinan jadwal akan berubah karena Bapak Kakankemenag dijadwalkan
mendampingi Bupati Agam ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Menteri
Agama RI.
Peninjauan labor komputer ini semakin
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan madrasah.
Kehadiran labor ini bukan sekadar mendukung pelaksanaan asesmen berbasis
komputer, tetapi juga membuka peluang besar untuk menghadirkan pembelajaran
berbasis teknologi yang kreatif dan relevan dengan generasi masa kini.
Hari ini memberi saya pelajaran
berharga bahwa kemajuan madrasah lahir dari kepemimpinan yang visioner, kerja
sama yang solid, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari pengukuhan kepala
madrasah hingga peninjauan labor komputer, semuanya menunjukkan bahwa sinergi
adalah jalan menuju madrasah unggul yang dicita-citakan.
Foto kegiatan di MTsN 9
Agam
Foto kegiatan di MAN 5
Agam
Pada hari ini, saya juga melakukan
pengesahan kurikulum MAN 4 Agam yang akan diserahkan ke Bidang Pendidikan
Madrasah di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Barat.
Rabu, 20 Agustus 2025
Hari ini saya melaksanakan tugas
kemanusiaan dan sosial dengan berta’ziyah ke rumah duka Ibu Trisna Sesri Yenti,
Kepala MIN 2 Agam yang juga merupakan salah satu madrasah binaan saya. Beliau sedang
dirundung duka mendalam karena putra bungsunya, M. Hafidz Al-Ansyari, wafat
pada malam tadi pukul 20.50 WIB di RSUD Pariaman setelah dirawat akibat masalah
ginjal. Rasa kehilangan ini terasa semakin dekat bagi saya, karena almarhum
dahulu pernah menjadi murid saya di MAN 5 Agam.
Saya berangkat bersama rombongan dari
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Kepala
Kantor, turut hadir Kasubag TU, Kasi Penmad, dan staf lainnya. Kehadiran kami
bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan wujud kepedulian dan empati
keluarga besar Kemenag kepada salah satu anggotanya yang sedang ditimpa
musibah. Dalam suasana haru, saya didaulat untuk memimpin doa bersama. Dengan
penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di
sisi Allah, diampuni segala dosa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan
ketabahan dan kekuatan iman.
Momen hari ini kembali menyadarkan
saya bahwa di balik kesibukan membina madrasah, ada sisi kemanusiaan yang tidak
boleh diabaikan. Seorang pengawas tidak hanya hadir ketika berbicara tentang
kurikulum, rapor pendidikan, atau supervisi, tetapi juga harus hadir dalam duka
dan suka yang dialami oleh guru dan kepala madrasah binaannya. Kehadiran, doa,
dan empati adalah bentuk penguatan moral yang kadang lebih dibutuhkan
dibandingkan sekadar kata-kata motivasi.
Refleksi dari peristiwa ini menegaskan
bahwa hidup adalah titipan singkat. Kematian bukanlah akhir, tetapi pintu
menuju keabadian. Dalam setiap kehilangan, Allah SWT sedang mendidik hati kita
agar lebih ikhlas, sabar, dan menyadari betapa berharganya waktu yang
diberikan. Musibah ini mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya terjadi
di ruang kelas, tetapi juga dalam ruang hati ketika kita belajar menerima
takdir dengan lapang dada. Sebagai pendidik, guru, maupun pengawas, kita perlu
selalu menanamkan nilai kesabaran, kasih sayang, dan cinta kepada Allah sebagai
fondasi utama dalam setiap amal dan pengabdian.
Foto ta’ziyah di rumah
duka Bu Trisna Sesri Yenti
Kamis, 21 Agustus 2025
Hari ini saya menghadiri kegiatan
pembukaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs se-Kabupaten Agam yang
bertempat di Pondok Pesantren MTI Pasia Ampek Angkek. Suasana kegiatan begitu
hangat dan penuh semangat, karena dihadiri oleh para guru madrasah, pengawas,
serta pejabat Kantor Kemenag Agam. Acara secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, yang dalam sambutannya menekankan
pentingnya kolaborasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Sebagai salah satu pengawas madrasah,
saya mendapat amanah untuk memberikan pengarahan kepada peserta MGMP. Dalam
kesempatan itu, saya menyampaikan delapan pesan kunci Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC). Saya mengajak para guru untuk memaknai bahwa pendidikan bukan sekadar
mentransfer ilmu, melainkan menumbuhkan cinta: cinta kepada Allah, cinta kepada
sesama, cinta pada ilmu, dan cinta terhadap madrasah tempat kita mengabdi.
Dengan cinta, guru akan bekerja bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan
hati yang tulus.
Foto kegiatan MGMP MTs di
Ponpes MTI Pasia
Para guru terlihat antusias menyimak,
beberapa di antaranya bahkan mencatat dengan serius pesan-pesan yang saya
sampaikan. Saya menegaskan bahwa KBC harus hadir bukan hanya dalam dokumen
kurikulum, melainkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui forum MGMP
ini, saya berharap tercipta sinergi antarguru dalam merancang pembelajaran yang
tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berjiwa kasih sayang dan
membangun karakter.
Jum’at, 22 Agustus 2025
Hari ini saya berkegiatan di kantor
dengan agenda utama menerima penandatanganan S29a sebagai salah satu
persyaratan bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tukin 50%.
Beberapa madrasah binaan saya yang menyerahkan dokumen tersebut di antaranya
adalah MAN 1 Agam, MTsN 9 Agam, MTsN 13 Agam, dan MAS Bawan. Proses ini
sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa administrasi di setiap
madrasah berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan regulasi.
Saya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkomunikasi singkat dengan para
kepala madrasah yang hadir, menyampaikan beberapa arahan ringan terkait
pentingnya kelengkapan administrasi dalam menunjang kesejahteraan guru.
Pada siang harinya, saya bergabung
dengan rombongan pegawai kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam yang dipimpin
oleh Bapak Pebri Doni, Kasubag TU, untuk menjenguk ibunda Bapak Tasnim di Koto
Gadang, Kecamatan Tanjung Raya. Beliau baru saja kembali dari perawatan jantung
di RSUP M. Jamil Padang. Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi wujud nyata
kebersamaan dan solidaritas keluarga besar Kemenag Agam. Dalam suasana penuh
keakraban, kami mendoakan agar ibunda Bapak Tasnim segera diberi kesehatan dan
kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Kegiatan hari ini mengingatkan saya
bahwa peran pengawas tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan administratif
madrasah, tetapi juga harus hadir dalam membangun hubungan kemanusiaan,
kebersamaan, dan empati. Karena pendidikan yang berlandaskan nilai cinta dan
kasih sayang berawal dari sikap peduli terhadap sesama.
Foto kegiatan di rumah
Bapak Tasnim di Koto Gadang Tanjung Raya
Senin, 25 Agustus 2025
Hari ini saya mendapatkan amanah
sebagai narasumber dalam lokakarya guru di MIN 6 Agam, salah satu madrasah
binaan saya. Sejak pagi hingga sore hari, saya memberikan materi yang berfokus
pada Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Pemanfaatan Digital
dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk
membimbing para guru dalam memperluas wawasan sekaligus memperkuat praktik
pedagogis di madrasah.
Dalam penyampaian materi, saya
menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar mengejar capaian kognitif,
melainkan membentuk kesadaran, keterampilan berpikir kritis, dan karakter yang
utuh pada diri siswa. Selanjutnya, saya mengaitkannya dengan Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC) sebagai landasan spiritual, moral, dan sosial agar setiap aktivitas
pembelajaran memancarkan kasih sayang, membangun empati, serta menumbuhkan
kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Pada bagian akhir, saya menekankan
pentingnya pemanfaatan digital: teknologi tidak boleh dijadikan tujuan,
melainkan sarana untuk mempermudah guru dan siswa dalam mencapai pembelajaran
yang bermakna.
Foto kegiatan lokakarya di
MIN 6 Agam
Para guru terlihat sangat antusias
mengikuti lokakarya ini. Diskusi berlangsung hangat, banyak pertanyaan yang
muncul, dan guru-guru bahkan berbagi pengalaman mereka di kelas. Saya merasa
kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal bagi guru, tetapi juga menjadi momen
refleksi bersama: bahwa dunia pendidikan terus berubah, dan guru harus siap
menjadi pembelajar sepanjang hayat. Lokakarya hari ini menegaskan kembali
keyakinan saya bahwa jika guru memiliki mindset yang terbuka dan penuh cinta,
maka madrasah akan tumbuh menjadi tempat belajar yang unggul, berkesadaran, dan
membahagiakan bagi peserta didik.
Selasa, 26 Agustus 2025
Hari ini penulis menjalani aktivitas
kepengawasan dari kantor dengan penuh semangat. Pagi hari dimanfaatkan untuk menyusun
laporan kegiatan kepengawasan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus
refleksi diri dalam menjalankan amanah. Selain itu, penulis juga melayani
penandatanganan dokumen S29a dari beberapa madrasah binaan sebagai persyaratan
pencairan tunjangan profesi guru (TPG) dan tukin. Proses ini tidak hanya
bersifat administratif, melainkan juga bagian dari komitmen mendukung
kesejahteraan guru agar mereka dapat lebih fokus mengabdi pada pendidikan.
Menjelang siang, penulis melakukan
monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTsS
Muhammadiyah Kampung Tangah dan MTsS Muhammadiyah Manggopoh. Monitoring ini
bertujuan memastikan pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun
nonteknis. Diskusi dengan kepala madrasah dan panitia lokal menunjukkan
keseriusan mereka dalam menyiapkan ANBK sebagai instrumen penting untuk
memotret mutu pembelajaran. Dari sini terlihat bahwa madrasah binaan semakin
menyadari pentingnya data asesmen untuk perbaikan kualitas pendidikan.
Di sela-sela kegiatan tersebut,
penulis juga mengikuti asesmen daring untuk memperoleh sertifikat Quizizz AI
Educator. Alhamdulillah, asesmen berhasil dilalui dengan baik dan sertifikat
berhasil diraih. Pencapaian ini memiliki makna tersendiri, bukan hanya sebagai
pengakuan kompetensi dalam memanfaatkan aplikasi pembelajaran berbasis AI,
melainkan juga sebagai bukti nyata bahwa seorang pengawas harus terus belajar
dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sertifikat ini sekaligus
menambah semangat penulis untuk mengajak guru-guru binaan agar tidak takut
mencoba teknologi baru, karena setiap inovasi yang dikuasai akan memberi nilai
tambah pada kualitas pembelajaran di madrasah.
Hari ini menjadi pengingat bahwa tugas
seorang pengawas madrasah mencakup tiga aspek penting: administrasi, supervisi,
dan inovasi. Ketiganya berjalan beriringan, saling melengkapi, dan pada
akhirnya bermuara pada satu tujuan: melahirkan madrasah yang lebih unggul,
adaptif, dan inspiratif.
Foto kegiatan monitoring
ANBK di MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah
Foto kegiatan monitoring
ANBK di MTsS Muhammadiyah Manggopoh
Foto sertifikat Quizizz AI
Rabu, 27 Agustus 2025
Hari ini penulis memulai aktivitas
sebagaimana rutinitas Rabu pagi dengan kegiatan olahraga bersama pegawai
Kementerian Agama Kabupaten Agam. Bertempat di GOR, penulis memilih olahraga
jalan kaki sebagai sarana menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain menjadi
rutinitas, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan
kebersamaan antarpegawai, sebab tubuh yang sehat akan menopang semangat dalam
melaksanakan tugas pengabdian.
Usai olahraga, penulis kembali ke
kantor dan menerima kedatangan Kepala RA yang membawa berkas S29a untuk
ditandatangani sebagai salah satu syarat pencairan tunjangan profesi guru. Hal
ini menjadi bagian dari pelayanan pengawas dalam mendukung administrasi
madrasah. Setiap tanda tangan yang dibubuhkan bukanlah sekadar formalitas,
melainkan ikhtiar memastikan hak-hak guru dapat tersampaikan dengan baik,
sehingga mereka lebih bersemangat dalam mendidik generasi.
Selanjutnya, penulis menerima
kunjungan Kepala MAS dan MTsS PP Prof. Hamka yang datang untuk memvalidasi
kurikulum madrasah. Proses validasi ini tidak hanya sebatas pemeriksaan
dokumen, tetapi juga diskusi mengenai arah pengembangan madrasah agar kurikulum
yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman.
Dari percakapan itu, terlihat semangat kepala madrasah untuk menghadirkan
pendidikan yang berkualitas, sementara penulis berperan sebagai mitra yang
memastikan setiap rancangan kurikulum berpijak pada regulasi dan visi
pendidikan nasional.
Pada siang harinya, saya kedatangan
Kepala MTsN 13 Agam yang meminta saya untuk menjadi narasumber dalam lokakarya
guru pada tanggal 10 September 2025, menyampaikan materi “Madrasah Berprestasi:
Sinergi Cinta, Inovasi, dan Teknologi”.
Hari ini, melalui olahraga, pelayanan
administrasi, dan validasi kurikulum, penulis semakin meyakini bahwa menjadi
pengawas berarti hadir tidak hanya sebagai pengendali, tetapi juga pendamping,
motivator, dan penguat bagi madrasah binaan.
Kamis, 28 Agustus 2025
Hari ini penulis memulai kegiatan
dengan menghubungi beberapa kepala MTs yang hingga kini belum mengirimkan
laporan pelaksanaan ANBK sesuai instrumen monitoring yang sebelumnya telah
disampaikan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh madrasah binaan
memiliki keseriusan dalam menjalankan evaluasi nasional, sekaligus agar data
yang dikumpulkan benar-benar akurat dan bisa dijadikan dasar perbaikan mutu ke
depan.
Selain itu, penulis juga menyempatkan
diri untuk melakukan kunjungan sosial dengan menjenguk suami dari salah seorang
guru binaan yang mengalami musibah kecelakaan. Kehadiran di tengah-tengah
keluarga guru bukan hanya sekadar wujud kepedulian, tetapi juga bagian dari
penguatan kompetensi sosial pengawas. Dengan hadir, penulis ingin menyampaikan
bahwa pengawas bukan hanya mitra kerja, melainkan juga bagian dari keluarga
besar madrasah yang harus saling mendukung di kala senang maupun duka.
Siang harinya, penulis menerima
kedatangan beberapa kepala satuan pendidikan, yaitu Kepala MTsN 9 Agam, MTsS
Bawan, RA Amanah Perwati Batukambing, dan MIN 2 Agam. Mereka datang untuk
meminta tanda tangan S29a dan SPTJM sebagai persyaratan administrasi pencairan
TPG. Dalam kesempatan itu, penulis tidak hanya menandatangani berkas, tetapi
juga menyisipkan motivasi dan wawasan. Pesan yang disampaikan menekankan
pentingnya menjaga niat ikhlas, kedisiplinan, dan komitmen profesionalisme
guru, karena keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kelengkapan
administrasi, tetapi juga oleh integritas dan semangat para pendidik dalam
mendidik generasi bangsa.
Dengan demikian, hari ini penulis
merasakan betapa pentingnya keseimbangan peran pengawas: memastikan tertib
administrasi, mendampingi mutu akademik, sekaligus menghadirkan sentuhan
kemanusiaan dalam setiap langkah pembinaan.
Jum’at, 29 Agustus 2025
Hari ini penulis berkegiatan di kantor
dengan fokus memantau perkembangan pengisian SKMT (Surat Keterangan
Melaksanakan Tugas) dari madrasah binaan. Dalam pemantauan tersebut, penulis
mendapati bahwa MAN 1 Agam mengubah status keaktifannya menjadi tidak aktif
karena adanya salah seorang guru yang tidak memenuhi ketentuan 24 jam mengajar.
Kondisi ini menjadi catatan penting untuk segera ditindaklanjuti agar tidak
mengganggu hak guru dalam memperoleh tunjangan profesi.
Selain itu, penulis juga melakukan
koordinasi dengan sesama pengawas madrasah, mengingatkan dan mendorong mereka
agar segera menyelesaikan SKMT masing-masing. Hal ini penting agar tidak
terjadi kendala administrasi dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), baik
bagi guru maupun pengawas. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan seluruh
dokumen dapat terselesaikan tepat waktu dan sesuai prosedur.
Pada siangnya, saya menerima
kedatangan Kepala MAN 4 Agam yang meminta tanda tangan pengawas pada berkas
S29a dan SPTJM sebagai persyaratan pencairan TPG.
Kegiatan hari ini mengingatkan kembali
bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas melakukan supervisi pembelajaran,
tetapi juga memastikan aspek administratif berjalan lancar demi kesejahteraan
guru. Dukungan dan pengawasan yang cermat di bidang administrasi ini menjadi
salah satu bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional dalam menjaga
kelancaran sistem pendidikan di madrasah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar