Bulan Agustus 2025



Jum’at, 1 Agustus 2025

Pada hari ini, Jum’at, 1 Agustus 2025, yang merupakan awal bulan Agustus, saya selaku Pengawas Madrasah mengikuti kegiatan sosial bersama rombongan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam. Kegiatan ini bertujuan menjenguk ibunda dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Agam, Bapak Thomas Febria, yang sedang mengalami sakit. Perjalanan rombongan dimulai pada pagi hari menuju Nagari Simabur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tempat ibunda beliau dirawat.

Sesampainya di lokasi, kehadiran kami disambut hangat oleh pihak keluarga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kami menyampaikan salam takzim, doa, dan harapan agar Allah SWT memberikan kesembuhan yang sempurna kepada beliau. Kehadiran ini bukan sekadar formalitas, melainkan perwujudan nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan ta’awun yang menjadi landasan moral setiap insan beriman. Seorang pengawas madrasah tidak hanya mengemban tugas teknis pengawasan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalin hubungan kemanusiaan, menjaga silaturahmi, dan menguatkan rasa kebersamaan di lingkungan kerja.

Kegiatan ini sejalan dengan salah satu dimensi kompetensi sosial pengawas madrasah, yakni kemampuan membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan berbagai pihak. Kehadiran bersama rombongan ini memperkuat solidaritas internal Kemenag Agam sekaligus menghidupkan semangat persaudaraan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada iklim kerja yang lebih solid.

Meskipun sedang berada dalam kegiatan sosial, komunikasi kerja tetap berjalan sebagaimana biasa. Saya tetap berinteraksi melalui telepon dan pesan dengan rekan-rekan pengawas serta kepala madrasah binaan. Beberapa komunikasi yang berlangsung antara lain:

·         Kepala MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah menghubungi saya untuk menanyakan perkembangan validasi kurikulum madrasahnya.

·         Seorang guru menanyakan kemana mengirimkan undangan kegiatan MGMP Bahasa Arab yang akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang.

·         Pihak MTsN 4 Agam menyampaikan permintaan agar saya bersedia menjadi pembina upacara bendera di madrasah mereka pada awal pekan depan.

Hal ini membuktikan bahwa peran pengawas madrasah tidak mengenal batas ruang dan waktu. Dimanapun berada, tugas pembinaan, pendampingan, dan komunikasi dengan madrasah binaan harus terus berlangsung.

Melalui kegiatan hari ini, saya kembali diingatkan bahwa keberhasilan seorang pengawas madrasah tidak hanya diukur dari penyelesaian tugas administrasi atau keberhasilan monev di lapangan, tetapi juga dari kemampuannya membina jejaring silaturahmi, memelihara kepedulian sosial, dan menjadi teladan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah esensi madrasah kehidupan, di mana setiap interaksi menjadi ladang pahala dan sarana membangun citra positif Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Foto kegiatan menjenguk ibunda Bapak Thomas Febria

Senin, 4 Juli 2025

Pada hari ini, Senin, 4 Agustus 2025, saya berkesempatan menjadi pembina upacara bendera di MTsN 4 Agam, salah satu madrasah binaan saya. Dalam amanat upacara, saya mengajak seluruh siswa untuk menumbuhkan semangat belajar yang sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh bukan hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal untuk memahami persoalan hidup dan mencari solusi yang tepat. Dengan ilmu yang bermanfaat, setiap insan akan mampu memberikan kontribusi nyata dan menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi sesama.

Selain itu, saya juga menekankan pentingnya kerjasama di era saat ini. Dunia modern tidak lagi hanya mengandalkan kompetisi individu, tetapi lebih membutuhkan kemampuan kolaborasi. Kemampuan untuk bekerja sama, saling mengisi, dan mendukung dalam tim adalah keterampilan yang sangat berharga, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.

Foto Kegiatan Upacara Bendera di MTsN 4 Agam

Usai upacara, saya mengikuti rapat dinas singkat di Aula Kantor Kemenag Agam yang dipimpin oleh Kepala Kantor, didampingi Kasubag TU, serta dihadiri para kepala seksi, kepala madrasah, dan kepala KUA se-Kabupaten Agam. Dalam pertemuan ini dibahas beberapa agenda internal terkait program kerja dan koordinasi lintas bidang.

Selepas menghadiri rapat, saya segera meluncur ke Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Agam di Lubuk Basung untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab. Materi yang saya sampaikan mengangkat tema Kurikulum Berbasis Cinta dan strategi implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Arab di madrasah. Saya memaparkan bahwa pembelajaran yang dilandasi rasa cinta akan menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong interaksi yang positif antara guru dan siswa, serta memupuk motivasi belajar yang berkelanjutan.

Foto kegiatan MGMP Bahasa Arab MTs se-Agam bagian Barat

Dalam sesi ini, saya juga memberikan beberapa contoh praktis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di kelas Bahasa Arab, seperti pendekatan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, metode pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan media digital untuk membuat proses belajar lebih interaktif. Peserta MGMP menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi aktif yang berlangsung selama sesi.

Hari ini menjadi salah satu momen yang mempertemukan peran saya sebagai pengawas, pembina, sekaligus narasumber pembelajaran. Dari kegiatan di MTsN 4 Agam hingga berbagi wawasan dengan guru-guru Bahasa Arab, semuanya berpadu untuk memperkuat misi utama pengawasan madrasah: membina, menginspirasi, dan memotivasi semua pemangku kepentingan pendidikan demi terciptanya madrasah yang unggul dan penuh kasih.

Selasa, 05 Agustus 2025

Pada hari ini, Selasa, 5 Agustus 2025, saya melaksanakan kegiatan di kantor tanpa melakukan kunjungan langsung ke madrasah. Sejak pagi, saya fokus pada koordinasi dan pembinaan jarak jauh kepada madrasah binaan, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah.

Langkah awal yang saya lakukan adalah menyebarkan instrumen monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) MA kepada seluruh kepala MA negeri maupun swasta di wilayah binaan saya. Instrumen ini bertujuan untuk memantau kesiapan teknis, sarana, dan sumber daya manusia dalam pelaksanaan ANBK tahun ini. Kepala MA diminta untuk mengisi instrumen secara lengkap, kemudian mengirimkannya kembali dalam format file PDF agar data yang terkumpul terdokumentasi dengan rapi.

Setelah penyebaran instrumen selesai, saya mengikuti podcast pembelajaran yang membahas topik Deep Learning. Materi ini memberikan wawasan baru terkait strategi pembelajaran mendalam yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Pemahaman ini akan menjadi bekal saya dalam memberikan pembinaan kepada guru madrasah agar mereka dapat mengimplementasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Disamping itu juga saya mengikuti kegiatan diklat secara daring di MOOC Pintar Kemenag dengan topik pelatihan tentang Penanganan Academic Misconduct (Pelanggaran Akademik). Saya berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, dan menunggu terbitnya sertifikat diklat.

Pada hari ini saya juga dikontak oleh Kepala MAN 4 Agam, Bapak Ilham Mizoni yang meminta saya untuk menjadi narasumber pada kegiatan lokakarya guru MAN 4 Agam yang akan diadakan in sya Allah pada hari Jum’at 8 Agustus 2025 di Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala MTsN 4 Agam, Bapak Zulherman yang meminta saya untuk menjadi naras umber pada hari itu juga. Keduanya saya sanggupi dengan mengatur waktu sedemikian rupa agar tidak terjadi bentrok jadwal.

Pada bagian akhir kegiatan hari ini, saya memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan penulisan artikel yang akan diikutsertakan dalam lomba menulis artikel ASN yang diselenggarakan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI. Artikel ini saya susun berdasarkan refleksi pengalaman dan praktik baik dalam pengawasan madrasah yaitu partisipasi dalam kegiatan penanaman sejuta pohon Matoa di lingkungan madrasah dan kantor Kemenag Agam, dengan harapan dapat memberikan inspirasi bagi ASN lainnya di lingkungan Kementerian Agama.

Hari ini menjadi momentum bagi saya untuk tetap produktif meskipun berada di kantor, dengan menyeimbangkan antara tugas koordinasi, pengembangan diri, dan kontribusi dalam bentuk karya tulis.

Rabu, 06 Agustus 2025

Hari ini, Rabu, 6 Agustus 2025, saya memulai aktivitas dengan mengikuti kegiatan olahraga bersama pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam. Sesuai agenda rutin setiap hari Rabu pagi, seluruh pegawai mengikuti kegiatan ini untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Saya memilih untuk melakukan olahraga jalan kaki di kawasan GOR Rang Agam Padang Baru, ditemani oleh beberapa rekan pegawai lainnya. Kegiatan ini selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpegawai dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Setelah olahraga selesai, saya kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan. Fokus utama hari ini adalah mempersiapkan bahan presentasi yang akan saya sampaikan di MTsN 4 Agam dan MAN 4 Agam. Untuk memastikan materi yang saya susun relevan dan mutakhir, saya memperbanyak membaca berbagai sumber, baik dari buku-buku referensi kurikulum maupun informasi terbaru yang saya akses melalui internet.

Kegiatan membaca dan mencari referensi ini saya lakukan dengan tujuan agar materi yang akan saya sampaikan benar-benar dapat memberikan wawasan baru dan panduan praktis bagi guru-guru madrasah, khususnya terkait pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Dengan kombinasi kegiatan olahraga di pagi hari dan persiapan materi presentasi di siang hari, saya berharap dapat menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan produktivitas kerja.

Kamis, 7 Agustus 2025

Pada hari ini, Kamis tanggal 7 Agustus 2025, penulis selaku pengawas madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, melaksanakan kegiatan pembinaan di wilayah Kecamatan Ampek Nagari. Kegiatan diawali dengan menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala MIN 2 Agam yang berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan.

Serah terima jabatan dilakukan dari pejabat lama Bapak Yasrizal, S.Pd.I kepada pejabat baru Ibu Tresna Sesriyanti, S.Pd., yang sebelumnya telah dilantik beberapa pekan yang lalu di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran penulis sebagai pengawas dalam acara ini merupakan bentuk penguatan peran pengawas dalam mendampingi proses transisi kepemimpinan di madrasah, serta bagian dari fungsi pembinaan manajerial dan supervisi kelembagaan.

Acara sertijab ini juga turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting di daerah, antara lain Bapak Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Agam, Kasi Pendidikan Madrasah, Camat Ampek Nagari, Wali Nagari Bawan, Kapolsek setempat, serta para kepala madrasah lainnya di lingkungan Kemenag Agam. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang silaturrahmi dan penguatan sinergi antar lembaga serta pemangku kepentingan pendidikan madrasah.

Dalam sambutannya, Bapak Kepala Kantor Kemenag Agam menyampaikan pentingnya menjaga kesinambungan program dan semangat kolaborasi antara kepala madrasah, guru, komite, dan masyarakat. Penulis sendiri dalam diskusi-diskusi informal dengan beberapa kepala madrasah, mengajak agar proses kepemimpinan baru ini menjadi momentum peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter siswa di madrasah.

Foto kegiatan di MIN 2 Agam

Setelah acara sertijab selesai, penulis melanjutkan kegiatan ke MTsS Bawan untuk melakukan pemantauan dan peninjauan terhadap proses pembelajaran di kelas. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring rutin guna memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran di awal tahun ajaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran aktif, kreatif, dan berorientasi pada karakter.

Foto kegiatan di MTsS Bawan

Di MTsS Bawan, penulis menyempatkan diri berdialog dengan kepala madrasah, beberapa guru, dan siswa. Ditemukan bahwa kegiatan belajar mengajar telah berjalan normal, namun perlu beberapa penguatan dalam aspek administrasi guru dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK. Penulis juga memberikan arahan kepada guru-guru untuk memanfaatkan kurikulum merdeka secara adaptif sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal madrasah.

Transisi Kepemimpinan: Kepala madrasah baru perlu segera menyusun program 100 hari kerja, fokus pada penguatan mutu pembelajaran, manajemen guru, serta komunikasi dengan stakeholder madrasah.

Monitoring Pembelajaran: MTsS Bawan menunjukkan komitmen yang baik dalam menjaga keberlangsungan KBM. Namun, disarankan adanya penguatan perencanaan pembelajaran (RPP, modul ajar) dan pelatihan internal bagi guru-guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Koordinasi Lintas Lembaga: Kegiatan sertijab yang dihadiri tokoh-tokoh pemerintahan lokal menunjukkan adanya sinergi positif antara madrasah dan pemerintah nagari. Ini perlu dijaga dan dimanfaatkan dalam program penguatan literasi, lingkungan, dan karakter siswa.

Kegiatan hari ini menjadi bagian penting dari rangkaian tugas pengawasan yang tidak hanya mencakup aspek administratif dan akademik, tetapi juga sosial dan kultural. Serah terima jabatan kepala madrasah dan kunjungan ke madrasah binaan merupakan bentuk konkret keterlibatan pengawas dalam mendampingi dan memajukan madrasah di tingkat akar rumput. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah-madrasah binaan.

Jum’at 8 Agustus 2025

Pada hari Jum’at, 9 Agustus 2025, penulis melaksanakan dua kegiatan utama sebagai narasumber di dua madrasah binaan, sekaligus menjalankan amanah sebagai khatib Jum’at.

Kegiatan pertama berlangsung di MTsN 4 Agam dalam rangka Rapat Kerja Madrasah. Penulis menyampaikan materi berjudul “Dari Data Menuju Aksi: Merancang Madrasah Unggul Bersama Rapor Pendidikan”. Paparan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pimpinan dan guru tentang pentingnya memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar menyusun program kerja tahunan. Penulis menguraikan bagaimana data dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang terukur, serta mencontohkan strategi penyusunan target mutu. Pada sesi akhir, penulis mendemonstrasikan pemanfaatan teknologi AI untuk membantu efisiensi kerja guru, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga ide kreatif untuk media ajar.

Foto kegiatan di MTsN 4 Agam

Menjelang siang, penulis mengemban tugas sebagai khatib Jum’at di Masjid Baiturrahman Sitingkah Tapi. Khutbah yang disampaikan mengangkat tema moral dan spiritual yang relevan dengan kondisi masyarakat, disampaikan dengan bahasa yang membangun kesadaran jamaah akan pentingnya menjaga integritas dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sore harinya, penulis melanjutkan peran sebagai narasumber dalam Lokakarya MAN 4 Agam. Materi yang dibawakan adalah “4 Pilar Deep Learning”, yang berfokus pada pengembangan pembelajaran bermakna, kolaboratif, berkesadaran, dan menggembirakan. Penulis tidak hanya memaparkan konsepnya, tetapi juga mendemonstrasikan secara langsung bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memperkaya proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, asesmen, hingga pengembangan bahan ajar digital.

Foto kegiatan di MAN 4 Agam

Secara keseluruhan, kegiatan pada hari ini berjalan lancar dan produktif, dengan antusiasme tinggi dari para guru dan pimpinan madrasah. Penulis mencatat bahwa baik di MTsN 4 Agam maupun MAN 4 Agam, pemahaman tentang pemanfaatan data dan teknologi dalam pembelajaran semakin meningkat, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di madrasah.

Senin, 11 Agustus 2025

Hari ini penulis berkegiatan di kantor. Pada pagi hari, penulis mengikuti Zoom Meeting Sosialisasi Petunjuk Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kegiatan ini memberikan pemahaman teknis pelaksanaan OMI, mulai dari tahapan seleksi, kriteria penilaian, hingga strategi pembinaan siswa. Informasi ini sangat penting untuk segera disampaikan kepada madrasah binaan agar mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik, termasuk memilih peserta yang potensial dan memberikan pembinaan yang terarah.

Di sela waktu, penulis melanjutkan pekerjaan penulisan artikel ilmiah yang mengangkat tema Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Artikel ini ditujukan sebagai kontribusi pemikiran dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dengan nilai-nilai humanis dalam pendidikan madrasah, sehingga relevan untuk mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan karakter.

Selain itu, penulis juga menerima konsultasi kurikulum madrasah dari Ibu Elvia Rahmah, Kepala MTsS Muhammadiyah Sitalang. Diskusi ini membahas langkah-langkah penyempurnaan kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan siswa, perkembangan regulasi, serta pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan keterampilan abad 21.

Foto Bersama Kepala dan Wakil Kepala MTsS Muhammadiyah Sitalang

Pada siang hari, penulis melaksanakan tugas sosial dengan berta’ziyah ke rumah Ibu Yusmanidar, Kepala MTsN 9 Agam, yang sedang berduka atas wafatnya ibunda beliau pada hari Sabtu yang lalu. Kehadiran ini merupakan wujud empati sekaligus penguatan hubungan silaturahmi antara pengawas dan kepala madrasah, sejalan dengan kompetensi sosial yang perlu dimiliki seorang pengawas.

Selasa, 12 Agustus 2025

Pekan ini, sehubungan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, di kantor dan madrasah-madrasah sibuk dengan berbagai ragam perlombaan. Sejak hari Senin kearin pun di tingkat MTs juga dilaksanakan gladi bersih ANBK. Karena itu, hari ini saya memilih untuk berkegiatan di kantor, memanfaatkan waktu dengan fokus pada pekerjaan yang memerlukan konsentrasi penuh. Pagi hari saya membuka laptop dan mulai mengerjakan pembuatan website Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menggunakan Canva AI. Proses ini bukan sekadar mendesain halaman web, tetapi juga memikirkan bagaimana pesan dan nilai yang terkandung di dalam KBC dapat tersampaikan dengan efektif kepada pembaca dan praktisi pendidikan di madrasah.

Di sela pekerjaan itu, saya juga mempersiapkan diri untuk peran saya besok sebagai host pada webinar Pokjawasprov Sumatera Barat. Persiapan ini mencakup memastikan kelancaran teknis, mempelajari alur acara, serta memahami materi narasumber agar mampu mengawal jalannya diskusi dengan baik.

Siang harinya, saya menghubungi beberapa kepala madrasah binaan untuk mengingatkan mereka segera menyelesaikan status keaktifan Simpatika madrasah masing-masing karena hal ini terkait dengan tunjangan profesi guru. Tidak lupa, saya juga menegaskan kepada dua MTs yaitu MTsS Adat dan Syara’ dan MTsS Tantaman yang belum melengkapi data ANBK agar segera menuntaskannya, mengingat data ini sangat penting untuk kelancaran asesmen dan perencanaan mutu. Hari ini mungkin saya tidak turun langsung ke lapangan, tetapi komunikasi, koordinasi, dan penguatan sistem tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Rabu, 13 Agustus 2025

Kegiatan saya pada hari ini dimulai dengan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Pokjawasprov Sumatera Barat dengan tema Best Practice Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Perguruan Islam Diniyyah Putri Padang Panjang. Narasumber dalam acara ini adalah Pimpinan Perguruan, Ibu Fauziah Fauzan, yang menyampaikan berbagai pengalaman dan strategi penerapan KBC secara nyata di lingkungan madrasah.

Dalam kegiatan tersebut, saya dipercaya memegang dua peran penting sekaligus, yaitu sebagai host Zoom meeting yang memastikan kelancaran teknis acara, serta moderator yang memandu jalannya diskusi. Peran ganda ini menuntut saya untuk fokus pada aspek teknis sekaligus menjaga alur pembicaraan agar tetap efektif dan menarik.

Foto kegiatan webinar Best Practice KBC di Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang

Usai webinar, saya langsung menindaklanjuti dengan membuat desain sertifikat bagi peserta kegiatan. Sementara itu, suasana kantor pada hari ini juga semarak dengan berbagai perlombaan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Saya turut menyaksikan kemeriahan tersebut, yang menjadi momen kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarpegawai.

Kamis, 14 Agustus 2025

Hari ini saya kembali berkegiatan di kantor. Pagi hari dimulai dengan menerima kunjungan Kepala MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah, Ibu Wasiatul Ilmah Mursal, yang datang untuk mengambil dokumen kurikulum madrasah miliknya yang sebelumnya sudah saya validasi. Penyerahan dokumen ini sekaligus menjadi momen singkat untuk berdiskusi ringan mengenai implementasi kurikulum tersebut di madrasah, memastikan bahwa hasil validasi dapat segera diterapkan secara optimal.

Setelah itu, berdasarkan surat dari Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI nomor B-811/P.IV/KP.02/08/2025 tanggal 1 Agustus 2025 yang dibagikan oleh Kasubag TU Kankemenag Agam, saya mengikuti webinar SERASI (Seminar Rutin untuk ASN Inspiratif) Seri ke-6. Tema yang diangkat kali ini adalah “Soft Skills Mastery: Modal Utama di Era AI (Analisis Berpikir Kritis)”. Webinar ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki ASN di era kecerdasan buatan, agar tetap relevan, adaptif, dan mampu mengambil keputusan strategis berbasis analisis yang mendalam.

Kegiatan hari ini menegaskan bahwa peran pengawas madrasah bukan hanya mengurus administrasi dan pengawasan, tetapi juga terus mengembangkan kapasitas diri agar mampu memberikan inspirasi dan pembinaan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Jum’at, 15 Agustus 2025

Pagi itu Aula Amal Bakti dipenuhi oleh aura keseriusan dan optimisme. Hadir dalam forum ini adalah para Kepala Madrasah Negeri se-Sumatera Barat, wajah-wajah yang menandakan tanggung jawab besar untuk membawa kebijakan menjadi praktik nyata di tiap satuan pendidikan. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar ini bertujuan memberikan pedoman teknis dan memperkuat komitmen implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah negeri di wilayah provinsi.

Narasumber utama, Direktur KSKK Madrasah, Bapak Dr. Abdul Basith, bersama timnya, membuka sesi dengan memaparkan kerangka filosofis KBC: bahwa pendidikan harus menempatkan kasih sayang, penghargaan martabat peserta didik, dan keterkaitan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi proses pembelajaran. Penekanan utama beliau adalah bahwa KBC bukan tambahan muatan, melainkan cara memaknai ulang tujuan pembelajaran, dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses pembentukan karakter, empati, dan keterampilan hidup. Paparan ini disajikan dengan contoh-contoh praktik yang mudah dipahami dan relevan dengan konteks madrasah di Sumbar.

Selanjutnya, tim memaparkan langkah-langkah teknis implementasi KBC yang bersifat operasional: (1) penelaahan dokumen kurikulum untuk menemukan peluang integrasi nilai cinta, (2) perancangan silabus dan RPP yang memuat tujuan afektif dan sosial, (3) strategi pembelajaran berbasis proyek dan tematik yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif, (4) mekanisme asesmen yang menilai proses dan karakter, bukan hanya hasil kuantitatif, serta (5) pelibatan keluarga dan komunitas sebagai mitra pembelajaran. Setiap langkah disertai ilustrasi aktivitas kelas, misalnya proyek layanan komunitas, refleksi harian berorientasi nilai, dan rubrik penilaian sikap, sehingga para kepala madrasah dapat membayangkan implementasinya di lingkungan masing-masing.

Diskusi menjadi bagian penting dari bimbingan teknis ini. Para peserta bekerja untuk merancang contoh program KBC pada level madrasah: mulai dari RA/MI yang menitikberatkan pembiasaan kasih sayang dalam kegiatan pagi, hingga MTs/MA yang merancang proyek lintas mata pelajaran bertema kepedulian sosial. Dalam sesi ini tampak dialog yang konstruktif, kepala madrasah berbagi tantangan konkret seperti keterbatasan jam pembelajaran, ketersediaan sumber daya, dan resistensi sebagian guru; sementara narasumber dan fasilitator memberi opsi adaptasi praktis sesuai kondisi lokal. Suasana kerja penuh semangat; banyak kepala madrasah menulis komitmen tindak lanjut yang langsung dapat dimasukkan ke RKJM dan RKT madrasah mereka.

Sesi tanya jawab berjalan dinamis. Beberapa pertanyaan penting yang muncul menyangkut: bagaimana menilai kompetensi afektif secara valid; bagaimana menyelaraskan KBC dengan tuntutan ujian; strategi membina guru agar nyaman menerapkan pendekatan berbasis cinta; serta bagaimana melibatkan orang tua dan masyarakat secara konsisten. Jawaban narasumber menekankan keseimbangan antara prinsip dan pragmatisme: mulai dari langkah kecil (pilot kelas), peningkatan kapasitas guru melalui MGMP, hingga monitoring dan pendampingan berkala oleh pengawas. Prinsip utamanya adalah konsistensi dan refleksi: “mulailah dari praktik yang memungkinkan, catat dampaknya, lalu skalakan.”

Bagi saya pribadi, sebagai pengawas, bimbingan teknis ini memberi dua arah tindak lanjut yang jelas. Pertama, memperkuat peran supervisi pedagogis: mendampingi kepala madrasah dan guru dalam menyusun RPP KBC, mengobservasi praktik kelas, lalu memberi umpan balik yang konstruktif. Kedua, memperkuat jejaring pendukung: memfasilitasi pelatihan MGMP yang diarahkan untuk menjadi forum kajian yang tidak hanya sekedar pertemuan menyusun program pembelajaran, menghubungkan madrasah dengan mitra komunitas, dan memetakan kebutuhan sarpras sederhana yang mendukung kegiatan proyek.

Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat dari panitia. Pulang dari Aula Amal Bakti, saya merasakan optimisme yang lebih kuat, bukan semata karena materi yang disampaikan, tetapi karena munculnya tekad bersama untuk menerjemahkan konsep menjadi praktik. Bagi saya, KBC bukan kurikulum baru; ia adalah kesempatan untuk memulihkan nuansa kemanusiaan dalam proses Pendidikan, membuat madrasah menjadi tempat di mana kepintaran diperlengkapi dengan kebaikan hati.

Foto Kegiatan Bimtek di Aula Kanwil Kemenag

Sabtu, 16 Agustus 2025

Hari ini saya mendapat amanah untuk menghadiri acara pelantikan anggota Paskibraka Kabupaten Agam di Gedung Balairung, rumah dinas Bupati Agam. Acara yang sederhana namun penuh khidmat itu berlangsung dari jam 20.30 – 21.30 WIB menghadirkan wajah-wajah muda terbaik yang terpilih untuk mengemban tugas mulia: mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di ruangan itu saya merasakan getaran semangat yang berbeda. Para pelajar berdiri tegak, dengan sorot mata yang menyala penuh kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Mereka bukan hanya sekadar siswa, tetapi simbol harapan bangsa. Dalam sambutannya, Bupati Agam menyampaikan pesan yang dalam: bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah kehormatan, tetapi lebih dari itu adalah amanah. Amanah untuk menjaga semangat kemerdekaan, menjaga persatuan, dan membangun negeri ini dengan disiplin dan ketulusan.

Sebagai pengawas madrasah, saya merenungi peristiwa ini dengan rasa syukur dan penuh inspirasi. Semangat cinta tanah air yang ditampilkan para anggota Paskibraka harus juga berdenyut di ruang-ruang kelas madrasah. Disiplin, kebersamaan, dan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang perlu ditanamkan sejak dini. Saya percaya, jika guru-guru madrasah mampu mengajarkan ilmu dengan cinta sekaligus membimbing karakter dengan keteladanan, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat jiwa kebangsaannya.

Pelantikan Paskibraka hari ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah pengingat, bahwa pendidikan sejati harus mampu menyiapkan generasi muda yang siap berdiri tegak, menatap masa depan dengan gagah, namun tetap rendah hati dalam pengabdian kepada bangsa dan agama.

Foto Bersama Bupati dan Forkompinda serta anggota paskibraka Kabupaten Agam

Minggu, 17 Agustus 2025

Pagi ini, dalam suasana penuh khidmat, saya berkesempatan menjadi pembina upacara bendera di SMPIT Al Madaniy. Upacara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini diikuti dengan tertib oleh siswa-siswi serta guru-guru SIT Al Madaniy. Berdiri di hadapan generasi muda itu, saya merasakan denyut semangat kemerdekaan yang terus hidup dari tahun ke tahun. Dalam amanat, saya menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan menanamkan rasa cinta tanah air di setiap langkah kehidupan.

Usai dari SMPIT Al Madaniy, saya melanjutkan menghadiri upacara bendera memperingati HUT RI ke-80 tingkat Kabupaten Agam yang diselenggarakan di Lapangan Kantor Bupati. Upacara berlangsung meriah, dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran aparatur sipil negara. Pada kesempatan itu, saya berkesempatan berfoto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam beserta ibu, sebuah momen kebersamaan yang meneguhkan semangat pengabdian kami di lingkungan Kemenag.

Sore harinya, saya kembali hadir pada upacara penurunan bendera di tempat yang sama. Kali ini saya mendapat amanah mewakili Kepala Kankemenag Agam. Melihat para anggota Paskibraka dengan langkah tegap dan penuh percaya diri menurunkan Sang Saka Merah Putih, hati saya diliputi rasa haru sekaligus bangga. Upacara penurunan bendera menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 yang penuh makna, mengingatkan kita semua bahwa kemerdekaan adalah anugerah besar sekaligus amanah yang harus terus dijaga dan diisi dengan kerja keras, keikhlasan, serta cinta tanah air.

Foto kegiatan upacara di SMPIT Al Madaniy dan foto Bersama Kakankemenag dan Ibu

Foto kegiatan upacara penurunan bendera

Selasa, 19 Agustus 2025

Hari ini saya menghadiri acara pengukuhan Kepala MTsN 9 Agam, Ibu Yusmanidar, S.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala Madrasah. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Kankemenag Agam, Bapak Thomas Febria, Kasi Penmad Ali Mutasar, Ketua Komite, Kepala MIN 8 Agam Arif Fiandi, serta Kepala Jorong V Sungai Jariang, Bapak Kasman, yang pernah menjadi murid saya di MAN 5 Agam dulu.

Sambutan mewakili guru oleh Bapak Guatiawandi Dt. Jolong Aso begitu berkesan. Beliau membuka dengan pantun, lalu menegaskan bahwa walaupun hampir dua tahun menjabat sebagai Plt, Ibu Yusmanidar tidak pernah ragu untuk berbuat. Banyak prestasi yang berhasil dilahirkan baik oleh guru maupun siswa. Dengan meningkatnya jumlah siswa, besar harapan agar MTsN 9 Agam mendapat perhatian berupa program Ruang Kelas Baru (RKB).

Dalam arahannya, Bapak Kakankemenag menekankan pentingnya kerja sama semua guru dan tenaga kependidikan untuk mendukung program kepala madrasah. Beliau menegaskan bahwa seorang kepala tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan tim yang solid. Karena itu, sinergi menjadi kunci keberhasilan madrasah dalam menggapai mutu.

Usai pengukuhan, saya mendampingi Bapak Kakankemenag meninjau laboratorium komputer di MAN 5 Agam, yang merupakan bantuan dari PLN. Peninjauan ini juga dihadiri oleh Kepala MAN 5 Agam, Ibu Suhermi, M.Pd., serta Kaur TU, Bapak Syafnir. Fasilitas ini rencananya akan diresmikan dalam acara serah terima pada tanggal 25 Agustus 2025. Namun, kemungkinan jadwal akan berubah karena Bapak Kakankemenag dijadwalkan mendampingi Bupati Agam ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Menteri Agama RI.

Peninjauan labor komputer ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan madrasah. Kehadiran labor ini bukan sekadar mendukung pelaksanaan asesmen berbasis komputer, tetapi juga membuka peluang besar untuk menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi yang kreatif dan relevan dengan generasi masa kini.

Hari ini memberi saya pelajaran berharga bahwa kemajuan madrasah lahir dari kepemimpinan yang visioner, kerja sama yang solid, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari pengukuhan kepala madrasah hingga peninjauan labor komputer, semuanya menunjukkan bahwa sinergi adalah jalan menuju madrasah unggul yang dicita-citakan.

Foto kegiatan di MTsN 9 Agam

Foto kegiatan di MAN 5 Agam

Pada hari ini, saya juga melakukan pengesahan kurikulum MAN 4 Agam yang akan diserahkan ke Bidang Pendidikan Madrasah di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Barat.

Rabu, 20 Agustus 2025

Hari ini saya melaksanakan tugas kemanusiaan dan sosial dengan berta’ziyah ke rumah duka Ibu Trisna Sesri Yenti, Kepala MIN 2 Agam yang juga merupakan salah satu madrasah binaan saya. Beliau sedang dirundung duka mendalam karena putra bungsunya, M. Hafidz Al-Ansyari, wafat pada malam tadi pukul 20.50 WIB di RSUD Pariaman setelah dirawat akibat masalah ginjal. Rasa kehilangan ini terasa semakin dekat bagi saya, karena almarhum dahulu pernah menjadi murid saya di MAN 5 Agam.

Saya berangkat bersama rombongan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor, turut hadir Kasubag TU, Kasi Penmad, dan staf lainnya. Kehadiran kami bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan wujud kepedulian dan empati keluarga besar Kemenag kepada salah satu anggotanya yang sedang ditimpa musibah. Dalam suasana haru, saya didaulat untuk memimpin doa bersama. Dengan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, diampuni segala dosa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman.

Momen hari ini kembali menyadarkan saya bahwa di balik kesibukan membina madrasah, ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan. Seorang pengawas tidak hanya hadir ketika berbicara tentang kurikulum, rapor pendidikan, atau supervisi, tetapi juga harus hadir dalam duka dan suka yang dialami oleh guru dan kepala madrasah binaannya. Kehadiran, doa, dan empati adalah bentuk penguatan moral yang kadang lebih dibutuhkan dibandingkan sekadar kata-kata motivasi.

Refleksi dari peristiwa ini menegaskan bahwa hidup adalah titipan singkat. Kematian bukanlah akhir, tetapi pintu menuju keabadian. Dalam setiap kehilangan, Allah SWT sedang mendidik hati kita agar lebih ikhlas, sabar, dan menyadari betapa berharganya waktu yang diberikan. Musibah ini mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam ruang hati ketika kita belajar menerima takdir dengan lapang dada. Sebagai pendidik, guru, maupun pengawas, kita perlu selalu menanamkan nilai kesabaran, kasih sayang, dan cinta kepada Allah sebagai fondasi utama dalam setiap amal dan pengabdian.

 

Foto ta’ziyah di rumah duka Bu Trisna Sesri Yenti

Kamis, 21 Agustus 2025

Hari ini saya menghadiri kegiatan pembukaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs se-Kabupaten Agam yang bertempat di Pondok Pesantren MTI Pasia Ampek Angkek. Suasana kegiatan begitu hangat dan penuh semangat, karena dihadiri oleh para guru madrasah, pengawas, serta pejabat Kantor Kemenag Agam. Acara secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

 

Sebagai salah satu pengawas madrasah, saya mendapat amanah untuk memberikan pengarahan kepada peserta MGMP. Dalam kesempatan itu, saya menyampaikan delapan pesan kunci Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Saya mengajak para guru untuk memaknai bahwa pendidikan bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan menumbuhkan cinta: cinta kepada Allah, cinta kepada sesama, cinta pada ilmu, dan cinta terhadap madrasah tempat kita mengabdi. Dengan cinta, guru akan bekerja bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan hati yang tulus.

Foto kegiatan MGMP MTs di Ponpes MTI Pasia

Para guru terlihat antusias menyimak, beberapa di antaranya bahkan mencatat dengan serius pesan-pesan yang saya sampaikan. Saya menegaskan bahwa KBC harus hadir bukan hanya dalam dokumen kurikulum, melainkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui forum MGMP ini, saya berharap tercipta sinergi antarguru dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berjiwa kasih sayang dan membangun karakter.

Jum’at, 22 Agustus 2025

Hari ini saya berkegiatan di kantor dengan agenda utama menerima penandatanganan S29a sebagai salah satu persyaratan bagi guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan tukin 50%. Beberapa madrasah binaan saya yang menyerahkan dokumen tersebut di antaranya adalah MAN 1 Agam, MTsN 9 Agam, MTsN 13 Agam, dan MAS Bawan. Proses ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa administrasi di setiap madrasah berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan ketentuan regulasi. Saya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkomunikasi singkat dengan para kepala madrasah yang hadir, menyampaikan beberapa arahan ringan terkait pentingnya kelengkapan administrasi dalam menunjang kesejahteraan guru.

Pada siang harinya, saya bergabung dengan rombongan pegawai kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam yang dipimpin oleh Bapak Pebri Doni, Kasubag TU, untuk menjenguk ibunda Bapak Tasnim di Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya. Beliau baru saja kembali dari perawatan jantung di RSUP M. Jamil Padang. Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi wujud nyata kebersamaan dan solidaritas keluarga besar Kemenag Agam. Dalam suasana penuh keakraban, kami mendoakan agar ibunda Bapak Tasnim segera diberi kesehatan dan kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Kegiatan hari ini mengingatkan saya bahwa peran pengawas tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan administratif madrasah, tetapi juga harus hadir dalam membangun hubungan kemanusiaan, kebersamaan, dan empati. Karena pendidikan yang berlandaskan nilai cinta dan kasih sayang berawal dari sikap peduli terhadap sesama.

Foto kegiatan di rumah Bapak Tasnim di Koto Gadang Tanjung Raya

Senin, 25 Agustus 2025

Hari ini saya mendapatkan amanah sebagai narasumber dalam lokakarya guru di MIN 6 Agam, salah satu madrasah binaan saya. Sejak pagi hingga sore hari, saya memberikan materi yang berfokus pada Pembelajaran Mendalam, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Pemanfaatan Digital dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk membimbing para guru dalam memperluas wawasan sekaligus memperkuat praktik pedagogis di madrasah.

Dalam penyampaian materi, saya menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar mengejar capaian kognitif, melainkan membentuk kesadaran, keterampilan berpikir kritis, dan karakter yang utuh pada diri siswa. Selanjutnya, saya mengaitkannya dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai landasan spiritual, moral, dan sosial agar setiap aktivitas pembelajaran memancarkan kasih sayang, membangun empati, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Pada bagian akhir, saya menekankan pentingnya pemanfaatan digital: teknologi tidak boleh dijadikan tujuan, melainkan sarana untuk mempermudah guru dan siswa dalam mencapai pembelajaran yang bermakna.

Foto kegiatan lokakarya di MIN 6 Agam

Para guru terlihat sangat antusias mengikuti lokakarya ini. Diskusi berlangsung hangat, banyak pertanyaan yang muncul, dan guru-guru bahkan berbagi pengalaman mereka di kelas. Saya merasa kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal bagi guru, tetapi juga menjadi momen refleksi bersama: bahwa dunia pendidikan terus berubah, dan guru harus siap menjadi pembelajar sepanjang hayat. Lokakarya hari ini menegaskan kembali keyakinan saya bahwa jika guru memiliki mindset yang terbuka dan penuh cinta, maka madrasah akan tumbuh menjadi tempat belajar yang unggul, berkesadaran, dan membahagiakan bagi peserta didik.

Selasa, 26 Agustus 2025

Hari ini penulis menjalani aktivitas kepengawasan dari kantor dengan penuh semangat. Pagi hari dimanfaatkan untuk menyusun laporan kegiatan kepengawasan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus refleksi diri dalam menjalankan amanah. Selain itu, penulis juga melayani penandatanganan dokumen S29a dari beberapa madrasah binaan sebagai persyaratan pencairan tunjangan profesi guru (TPG) dan tukin. Proses ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga bagian dari komitmen mendukung kesejahteraan guru agar mereka dapat lebih fokus mengabdi pada pendidikan.

Menjelang siang, penulis melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah dan MTsS Muhammadiyah Manggopoh. Monitoring ini bertujuan memastikan pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun nonteknis. Diskusi dengan kepala madrasah dan panitia lokal menunjukkan keseriusan mereka dalam menyiapkan ANBK sebagai instrumen penting untuk memotret mutu pembelajaran. Dari sini terlihat bahwa madrasah binaan semakin menyadari pentingnya data asesmen untuk perbaikan kualitas pendidikan.

Di sela-sela kegiatan tersebut, penulis juga mengikuti asesmen daring untuk memperoleh sertifikat Quizizz AI Educator. Alhamdulillah, asesmen berhasil dilalui dengan baik dan sertifikat berhasil diraih. Pencapaian ini memiliki makna tersendiri, bukan hanya sebagai pengakuan kompetensi dalam memanfaatkan aplikasi pembelajaran berbasis AI, melainkan juga sebagai bukti nyata bahwa seorang pengawas harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sertifikat ini sekaligus menambah semangat penulis untuk mengajak guru-guru binaan agar tidak takut mencoba teknologi baru, karena setiap inovasi yang dikuasai akan memberi nilai tambah pada kualitas pembelajaran di madrasah.

Hari ini menjadi pengingat bahwa tugas seorang pengawas madrasah mencakup tiga aspek penting: administrasi, supervisi, dan inovasi. Ketiganya berjalan beriringan, saling melengkapi, dan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: melahirkan madrasah yang lebih unggul, adaptif, dan inspiratif.

Foto kegiatan monitoring ANBK di MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah

Foto kegiatan monitoring ANBK di MTsS Muhammadiyah Manggopoh

Foto sertifikat Quizizz AI

Rabu, 27 Agustus 2025

Hari ini penulis memulai aktivitas sebagaimana rutinitas Rabu pagi dengan kegiatan olahraga bersama pegawai Kementerian Agama Kabupaten Agam. Bertempat di GOR, penulis memilih olahraga jalan kaki sebagai sarana menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain menjadi rutinitas, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antarpegawai, sebab tubuh yang sehat akan menopang semangat dalam melaksanakan tugas pengabdian.

Usai olahraga, penulis kembali ke kantor dan menerima kedatangan Kepala RA yang membawa berkas S29a untuk ditandatangani sebagai salah satu syarat pencairan tunjangan profesi guru. Hal ini menjadi bagian dari pelayanan pengawas dalam mendukung administrasi madrasah. Setiap tanda tangan yang dibubuhkan bukanlah sekadar formalitas, melainkan ikhtiar memastikan hak-hak guru dapat tersampaikan dengan baik, sehingga mereka lebih bersemangat dalam mendidik generasi.

Selanjutnya, penulis menerima kunjungan Kepala MAS dan MTsS PP Prof. Hamka yang datang untuk memvalidasi kurikulum madrasah. Proses validasi ini tidak hanya sebatas pemeriksaan dokumen, tetapi juga diskusi mengenai arah pengembangan madrasah agar kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman. Dari percakapan itu, terlihat semangat kepala madrasah untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, sementara penulis berperan sebagai mitra yang memastikan setiap rancangan kurikulum berpijak pada regulasi dan visi pendidikan nasional.

Pada siang harinya, saya kedatangan Kepala MTsN 13 Agam yang meminta saya untuk menjadi narasumber dalam lokakarya guru pada tanggal 10 September 2025, menyampaikan materi “Madrasah Berprestasi: Sinergi Cinta, Inovasi, dan Teknologi”.

Hari ini, melalui olahraga, pelayanan administrasi, dan validasi kurikulum, penulis semakin meyakini bahwa menjadi pengawas berarti hadir tidak hanya sebagai pengendali, tetapi juga pendamping, motivator, dan penguat bagi madrasah binaan.

Kamis, 28 Agustus 2025

Hari ini penulis memulai kegiatan dengan menghubungi beberapa kepala MTs yang hingga kini belum mengirimkan laporan pelaksanaan ANBK sesuai instrumen monitoring yang sebelumnya telah disampaikan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh madrasah binaan memiliki keseriusan dalam menjalankan evaluasi nasional, sekaligus agar data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan bisa dijadikan dasar perbaikan mutu ke depan.

Selain itu, penulis juga menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan sosial dengan menjenguk suami dari salah seorang guru binaan yang mengalami musibah kecelakaan. Kehadiran di tengah-tengah keluarga guru bukan hanya sekadar wujud kepedulian, tetapi juga bagian dari penguatan kompetensi sosial pengawas. Dengan hadir, penulis ingin menyampaikan bahwa pengawas bukan hanya mitra kerja, melainkan juga bagian dari keluarga besar madrasah yang harus saling mendukung di kala senang maupun duka.

Siang harinya, penulis menerima kedatangan beberapa kepala satuan pendidikan, yaitu Kepala MTsN 9 Agam, MTsS Bawan, RA Amanah Perwati Batukambing, dan MIN 2 Agam. Mereka datang untuk meminta tanda tangan S29a dan SPTJM sebagai persyaratan administrasi pencairan TPG. Dalam kesempatan itu, penulis tidak hanya menandatangani berkas, tetapi juga menyisipkan motivasi dan wawasan. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga niat ikhlas, kedisiplinan, dan komitmen profesionalisme guru, karena keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh integritas dan semangat para pendidik dalam mendidik generasi bangsa.

Dengan demikian, hari ini penulis merasakan betapa pentingnya keseimbangan peran pengawas: memastikan tertib administrasi, mendampingi mutu akademik, sekaligus menghadirkan sentuhan kemanusiaan dalam setiap langkah pembinaan.

Jum’at, 29 Agustus 2025

Hari ini penulis berkegiatan di kantor dengan fokus memantau perkembangan pengisian SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas) dari madrasah binaan. Dalam pemantauan tersebut, penulis mendapati bahwa MAN 1 Agam mengubah status keaktifannya menjadi tidak aktif karena adanya salah seorang guru yang tidak memenuhi ketentuan 24 jam mengajar. Kondisi ini menjadi catatan penting untuk segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu hak guru dalam memperoleh tunjangan profesi.

Selain itu, penulis juga melakukan koordinasi dengan sesama pengawas madrasah, mengingatkan dan mendorong mereka agar segera menyelesaikan SKMT masing-masing. Hal ini penting agar tidak terjadi kendala administrasi dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), baik bagi guru maupun pengawas. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan seluruh dokumen dapat terselesaikan tepat waktu dan sesuai prosedur.

Pada siangnya, saya menerima kedatangan Kepala MAN 4 Agam yang meminta tanda tangan pengawas pada berkas S29a dan SPTJM sebagai persyaratan pencairan TPG.

Kegiatan hari ini mengingatkan kembali bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas melakukan supervisi pembelajaran, tetapi juga memastikan aspek administratif berjalan lancar demi kesejahteraan guru. Dukungan dan pengawasan yang cermat di bidang administrasi ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional dalam menjaga kelancaran sistem pendidikan di madrasah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siswa Malas Belajar karena TikTokers Lebih Kaya? Ini Cara Membalik Logikanya

Dulu, ruang kelas sekolah dasar kita sering kali dipenuhi oleh satu narasi seragam dari para guru: “Kalian harus belajar yang rajin, Nak. Se...